Amarah Lampu Merah - Cerpen
Amarah Lampu Merah Cerpen: Rian Hidayat Husni Kembali Melankoli Batas-batas prasangka. Setan pun tak mampu menerobosnya. Dulu, kami tenggelam dalam gerhana cinta yang mengubah siklus hidup menjadi satu, Cuaca serasa menyatu, iya, semuanya pada Bingkai satu Gambar Love. Tapi sesaat, bahkan dia tak mengingatku selintas-persen pun dalam termanya. Kenapa? Begitulah Sikapku dalam khayalan, dan realitasnya Aku sedang menunggu Angkot, Mau pulang. Halte Bus di kampus adalah tempat terbaik melihat wajah Wanita-wanita gemilang yang lelah berada di Ruang belajar. Mereka sungguh Berjihad dalam Pendidikan. Satu-satu wajah dan tubuh mereka melewati batas pintu Angkot dan bersandar. Manis yang melelahkan. Seandainya ada kekuatan Magic, mereka mungkin Menarik Rumah dan sekejap hilang berada di kamar tidur. Para Kusir memecah jalan dan lingkungan kampus dengan suara Eksposisi "Cewek, Nyong, Angkot-angkot..!" Dan melambaikan tangan. Persis tentara Belanda yang mengamankan wa...